Senin, 14 September 2015

KETUHANAN YESUS . Tradisi mula-mula atau takhayul di kemudian hari ?

Eksklusif untuk Kalangan Sendiri


Pendahuluan


Sengaja saya memberi judul yang sama pada blog saya kali ini dengan judul bab ke 4 dari buku Reinventing Jesus karya J.ED. Komoszewski Cs " Keilahian Yesus . Tradisi mula-mula atau takhayul di kemudian hari ? " . Pada blog saya sebelum ini , "  Konsili Nicea yang disalah-pahami " , telah dibuktikan bahwa Ketuhanan Yesus sama sekali bukan hasil dari pemaksaan kaisar Constantinus Agung pada konsili tersebut ! Pemikiran bahwa konsili Nicea lah yang melahirkan doktrin Ketuhanan Yesus , sama sekali menyalahi sejarah dan tidak lebih dari suatu spekulasi murahan belaka ! Jauh sebelum konsili Nicea , keempat Injil , Matius, Markus , Lukas dan Yohanes telah menyiratkan baik secara explisit mupun implisit , bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri . Pernyataan itu dibingkai oleh ke empat Injil dengan cara yang sama yakni menggunakan teknik penulisan inklusio , artinya diawali dan diakhiri dengan konsep yang sama tentang Ketuhanan Yesus .

Kita tidak boleh melupakan bahwa Kekristenan lahir di tengah-tengah budaya dan agama Yahudi , pada masa sebelum pertengahan abad pertama Masehi . Dan kita pun tidak boleh menolak fakta bahwa jemaat mula-mula Kristen adalah orang-orang Yahudi sendiri ! Para rasul di abad pertama Masehi , termasuk rasul Paulus adalah juga orang Yahudi . Hal ini penting kita ketahui supaya mendapat gambaran yang benar tentang Kekristenan awal , mengingat bahwa orang Yahudi mempunyai  kepercayaan monotheisme,  bahwa hanya ada satu Allah saja dan tidak ada yang lain , yang di dalam TNK ( baca ,tanakh) disebut "YHWH"  dan dalam terjemahan bahasa Indonesia ditulis dengan huruf kapital "TUHAN" serta dalam terjemahan Yunani Septuaginta LXX disebut  "KURIOS " yang dalam terjemahan Inggris disebut "LORD" dengan huruf kapital juga .

Seperti halnya Yudaisme , yang mengakui bahwa hanya ada satu Allah saja yakni TUHAN yang disembah baik oleh Abraham , Iskak, Yakub , Musa, Daud , Salomo , sampai pada ke zaman Petrus , Yohanes , Paulus dan lain-lain ; demikian pula Kekristenan mengakui bahwa hanya ada satu Allah saja yakni TUHAN yang sama dengan TUHAN yang dimaksud oleh Yudaisme.  Itulah sebabnya , Keristenan awal dimulai dari orang Yahudi yang mengakui bahwa Yesus itu adalah Allah sendiri , yang telah turun ke dunia dalam rupa manusia untuk menjalankan misi penyelamatan . Hal ini bagi mereka tidak sukar , karena konsep Ketuhanan Yesus sama sekali tidak mengganggu ke Esaan TUHAN , mengingat bahwa Yesus adalah TUHAN itu sendiri.

Teknik penulisian inklusio dari keempat Injil

Pemahaman bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri , bagi jemaat Kristen purba memang sudah merupakan kepercayaan yang mendasar ! Hal itu terbukti dari tulisan-tulisan pada Perjanjian Baru yang semuanya bertarikh abad pertama Masehi , abad di mana Yesus pernah ada di muka bumi . Mari kita ambil bukti dari tulisan Matius , Markus , Lukas dan Yohanes yang menggunakan teknik penulisan inklusio ;

(1). Matius menulis kira-kira di tahun 60-an M dengan pembukaan tentang Yesus sebagai " Imanuel , Allah menyertai kita ."  ( Matius 1 : 23 ).   Dan kemudian Matius menutupnya dengan teknik inklusio " Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman ." ( Matius 28 : 20 ) . Inklusio Matius membentuk bingkai teologis bahwa Allah akan terus menyertai orang Kristen  melalui Yesus yang terus hidup setelah kebangkitan Nya !

Di tengah kedua pernyataan tersebut , Matius menulis dua pernyataan yang luar biasa . Pertama , ucapan Yesus ketika akan menyembuhkan seorang yang lumpuh  :" ...Percayalah hai anak Ku , dosamu sudah diampuni .." ( Matius 9 : 2 ) .Siapakah yang berkuasa mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri ? Hal ini memberi penjelasan bahwa Kekristenan awal sudah mempercayai bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, di mana Allah dalam Perjanjian Lama adalah Kristus pra-exsistensi .

Kedua , untuk adegan persidangan di hadapan Imam Besar , ketika Imam Besar menanyakan posisi Yesus , apakah Ia Mesias , Anak Allah ataukah tidak , Matius menulis ucapan Yesus :" Engkau telah mengatakannya . Akan tetapi mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit ." ( Matius 26 : 64 ) . Bagi orang Yahudi cukup sudah bahwa pernyataan Yesus itu menyiratkan bahwa Ia adalah Anak Manusia seperti yang ditulis dalam kitab Daniel 7 : 13 - 14 . Artinya , Ia adalah Allah sejati dalam rupa manusia .

(2). Markus memulai Injilnya juga sekitar tahun 60-an M , dengan :" Inilah permulaan  Injil Yesus Kristus , Anak Allah ." ( Markus 1 : 1 ) dan ia menutupnya dengan  " Sungguh , orang ini adalah Anak Allah ." ( Markus 15 : 39 ) . Bingkai teologis yang dibentuk oleh teknik inklusio tersebut adalah kepercayaan Kekristenan mula-mula bahwa Yesus bukan sekedar manusia , melainkan ia adalah Anak Allah atau Allah itu sendiri ; artinya Allah yang telah turun ke dunia dalam rupa manusia , sehingga sama sekali tidak mengganggu kepercayaan mereka akan satu-satunya Allah sebagaimana yang mereka yakini dalam Yudaisme .

Terlepas dari pendapat para teolog tentang Injil Sinoptik , apakah Injil pertama yang ditulis adalah Injil Markus  atau bukan , Markus juga mengisi 2 adegan luar biasa di tengah-tengah bingkai teologisnya , dengan pernyataan Yesus bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa manusia ( Markus 2 : 5 ) dan pernyataan Nya di hadapan Imam Besar bahwa Ia adalah Anak Manusia yang duduk di sebelah kanan Allah  ( Markus 14 : 62 )  ! Hal itu menjelaskan bahwa kepercayaan mendasar dan kokoh dari jemaat Kristen purba , Yesus adalah Allah itu sendiri .

(3) Lukas yang juga menulis di sekitar tahun 60 -an M memulai teknik inklusionya dengan :" ..anak yang akan kau lahikan itu akan disebut kudus, Anak Allah ." ( lukas 1 : 35 ) ; lalu ia menutupnya dengan :' .. Kalau begitu ,Engkau ini Anak Allah ?  ( Lukas 22 : 70 ) .  Ayat sebelumnya menyatakan :" Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa ." ( Lukas 22 : 69 ) menunjukkan bahwa Yesus menyatakan dirinya setara dengan Allah .  Sebab pernyataan Yesus itu sangat dipahami oleh orangYahudi sebagaimana maksud yang tertera dalam kitab Daniel 7 : 13 - 14 tentang istilah Anak Manusia .

Di tengah-tengah bingkai inklusionya , Lukas juga menulis ucapan Yesus :" Hai saudara , dosamu sudah diampuni . " ( lukas 5 : 20 ) serta pengakuan Nya di hadapan Imam Besar  :" Mulai sekarang Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah Yang Maha Kuasa ." ( Lukas 22 : 69 ) .  Inipun menjelaskan bahwa sejak awalnya Kekristenan telah menyembah Yesus selaku Allah itu sendiri , dan tidak ada tekanan atau pengaruh dari luar .

(4) Yohanes menulis di sekitar tahun 90-an M memulai teknik inklusionya dengan :" Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ." ( Yohanes 1 ; 1 ) Selanjutnya Yohanes menekankan :" Firman itu telah menjadi manusia ..." ( Yohanes 1 : 14 ) . Kemudian ia menutup inkulisonya dengan :" Ya Tuhanku dan Allahku ." ( Yohanes 20 : 28 ) .  Kerangka inklusio tersebut membentuk bingkai teologis bahwa sesungguhnya Yesus adalah Allah itu sendiri yang berinkarnasi dalam rupa manusia ; sehingga bagi Kekristenan awal yang terdiri dari orang-orang Yahudi , dengan paham monotheistik tidak terdapat adanya keberatan menyembah Yesus selaku Allah itu sendiri , karena bagi mereka Yesus adalah YHWH itu sendiri !

Jadi sebagaimana orang-orang Yahudi yang non Kristen menyembah YHWH sebagai satu-satu-satu-nya TUHAN , demikian pula Kekristenan purba menyembah Yesus sebagai satu-satunya TUHAN , yakni YHWH yang telah berinkarnasi dalam rupa manusia . Dengan perkataan lain , sudah sejak semula Kekristenan purba menyembah Yesus sebagai Allah itu sendiri, jauh sebelum Kaisar Constantinus Agung menggelar konsili Nicea 325 .


Gelar Yesus dalam Perjanjian Baru 

Di dalam Perjanjian Lama berbahasa sumber Ibrani , ada begitu banyak gelar Allah Israel , dan salah satunya adalah "Adonay" yang di dalam terjemahan Septuaginta Yunani LXX disebut " Kurios " dan dalam terjemahan bahasa Inggris ditulis " Lord " ( bukan LORD ) serta dalam terjemahan bahasa  Indonesia ditulis " Tuhan " ( bukan TUHAN ) !   . 

Ada perbedaan antara kata Ibrani YHWH dengan Adonay ! YHWH diterjemahkan menjadi LORD ( Inggris, huruf besar semua  ) dan TUHAN ( Indonesia, huruf besar semua  ) . Sementara kata Ibrani Adonay diterjemahkan menjadi Lord ( Inggris ) dan Tuhan ( Indonesia ) .yang menjadi Kurios dalam terjemahan Septuaginta LXX.   Yang menarik adalah , di dalam Perjanjian Baru Yesus  juga memiliki banyak gelar yang salah satunya dalam naskah Yunani disebut "Kurios " dan dalam terjemahan Inggris ditulis "Lord "  serta dalam terjemahan Indonesia disebut "Tuhan " . , persis seperti yang di gunakan di dalam Perjanjian Lama . (misalnya di Matius 8 : 25 ; Markus 14 : 19 ; Lukas 13 : 23 ; Yohanes 20 : 28 ; Roma 10 : 9 - 13 dan lain-lain ) .  Salah satu contoh perbandingan konkrit sebagai berikut :

* Perjanjian Lama : " Sebab beginilah firman Tuhan  ALLAH : ... ( Yehezkiel 23 ; 28 ) . Dalam bahasa sumber Ibrani , untuk kata Tuhan digunakan kata Ibrani "Adonay " ; dalam terjemahan Yunani menjadi "kurios ", yang dalam terjemahan Inggris menjadi "Lord" .

* Perjanjian Baru : "Sebab apa yang yang telah kuteruskan kepadamu telah aku terima dari Tuhan , yaitu bahwa Tuhan Yesus .... " ( 1 Korintus 11 :23 ) . Dalam bahasa sumber Yunani , untuk kata Tuhan digunakan kata Yunani " kurios " yang dalam terjemahan Inggris menjadi " Lord " .



Orang Yahudi terikat erat dengan konsep monoteisme , bahwa hanya ada satu Tuhan saja yang patut disembah yakni Adonay YHWH , dan tidak boleh ada yang lain .

"Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu . Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah atau yang di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya .... " ( Keluaran 20 : 3 - 5 Terjemahan LAI 1987 ) 

Berdasarkan teks di atas nampak bahwa Yudaisme menganut paham monotheisme yang masif dan tidak mentolerir adanya sesembahan lain selain TUHAN yang merupakan "Adonay" , atau "Kurios" atau Tuhan mereka ! Jadi ketika di dalam Perjanjian Baru Yesus menggunakan gelar "Adonay " atau "Kurios" atau "Tuhan" tersebut , ini memberikan penjelasan bahwa bagi Kekristenan awal yang nota-bene adalah orang Yahudi , sudah terbentuk kepercayaan mendasar bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri , sebab tidak ada seorangpun yang menggunakan gelar "Tuhan " dalam Perjanjian Lama itu selain Yesus !


Mereka percaya bahwa Allah Israel , YHWH , adalah "Adonay " atau "Kurios " atau "Tuhan" mereka , sehingga dengan gelar Yesus yang sama dengan gelar YHWH  tersebut , merekapun percaya bahwa Yesus adalah "Adonay" atau "Kurios " atau "Tuhan " mereka , dengan pemahaman teologis bahwa Yesus adalah YHWH itu sendiri tanpa merusak atau mengubah makna monotheistik yang mereka anut !  Dengan perkataan lain " mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan ( Adonay , Kurios ) , sama dengan mengaku bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri ! Perhatikan pemakaian gelar Allah , sebagai "Tuhan " dalam Roma 10 : 9 di bawah ini dan bandingkan misalnya dengan teks Yosua 7 : 7 .dan Yehezkiel 23 : 28 .

" Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan ,... ( Indonesia, LAI )
" Hoti ean  homologeses en to stomati  sou kurion Iesoun ... ( Yunani , Greek Modern Text)
" That if you confess with your mouth the Lord Jesus ... ( Inggris NKJV ) 

Perlu diketahui bahwa dalam Perjanjian Lama , gelar Allah Israel yang "Adonay " ( Kurios, Lord , Tuhan ) tidak pernah dipergunakan untuk menunjuk sesembahan lain yang bukan Allah Israel ! Dengan perkataan lain , gelar "Adonay" ( Kurios, Lord , Tuhan ) itu hanya diperuntukkan untuk Allah Israel dalam Perjanjian Lama dan Yesus dalam Perjanjian Baru . Hal ini lebih menjelaskan mengapa Kekristenan awal sudah menyembah Yesus selaku Allah sendiri , jauh sebelum Konsili Nicea digelar ! ( mereka sudah menyebut "Tuhan Yesus " Kurios Iesous " , Lord Jesus " ,  jauh sebelum Konsili Nicea tersebut )



Pernyataan dari lawan-lawan Kekristenan purba 


Kekristenan purba tidak mendapat tempat pada masyarakat lain pada masa imperium Romawi ; bahkan Kekristenan adalah suatu kepercayaan yang sangat dihina , terlebih ketika masyarakat masa itu mengetahui bahwa Kekristenan menyembah Yesus yang disalibkan itu sebagai Tuhan ! Banyak cacatan dari pihak non Kristen pada masa itu yang membuktikan bahwa kepercayaan jemaat Kristen purba bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, ,meskipun dalam nada menghina atau mengejek !

Plini , Gubernur Bitinia ( Turki sekarang ) pada masa pemerintahan kaisar Trayanus ( 98 - 117 M ) menulis surat pada kaisar Trayanus tentang orang-orang Kristen yang menyembah Yesus selaku Tuhan , yang menurut Plini merupakan suatu kejahatan besar yang harus di hukum mati . Berikut petikan suratnya pada kaisar Trayanus :

"..Di antara orang-orang ini , menurut pertimbanganku , harus kubiarkan pergi siapa saja yang menyangkal mereka orang Kristen atau pernah menjadi orang Kristen , yakni bila mereka mengikuti aku mengucapkan suatu rumusan berisi seruan pada dewa-dewi dan mempersembahkan anggur serta dupa kepada patungmu... selanjutnya mencerca nama Kristus . Sejauh yang kupahami , orang Kristen sejati tidak dapat dibujuk untuk melakukan semua hal itu ..... Mereka bertemu secara teratur menjelang   fajar pada hari yang ditetapkan untuk mendaraskan ayat-ayat secara bergantian guna menghormati Kristus seolah-olah Dia adalah seorang dewa ...... " 

Tulisan Plini tersebut di atas membuktikan bahwa orang Kristen purba menyembah Yesus selaku Tuhan , yang dalam bahasa orang-orang Romawi atau Yunani adalah " dewa "  ! Penyembahan orang Kristen terhadap Yesus selaku selaku Tuhan , ancamannya adalah hukuman mati !  Sekitar tahun170 M , pada masa kekaisaran Kaisar Markus Aurelius ( 161 - 180 M ) , seorang pujangga satire Yunani , Lucian , menghina umat Kristen juga karena pemujaan mereka terhadap Yesus  selaku satu-satunya Tuhan .

"..mereka menyembah orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan kultus baru ini kepada dunia .... mereka adalah orang-orang malang yang memperlihatkan kedunguan mereka  dengan menyangkal dewa-dewi Yunani dan menyembah seorang sofis ( filsuf jalanan ) yang disalibkan itu . ..... "

Apapun yang dikatakan Lucian , itu membuktikan bahwa sejak awal , Kekristenan sudah menyembah Yesus selaku Tuhan , meski di bawah hinaan, aniaya , pembantaian , penindasan dan usaha pemusnahan selama hampir 300 tahun , dan bukan bukan hasil rekayasa konsili Nicea 325 dan atau konsili Constantinopel 381 M .  Celcus , filsuf Romawi yang hidup sezaman dengan Lucian , sangat membenci Kekristenan dan tidak bisa mengerti bagaimana orang Kristen menyembah Yesus selaku Tuhan tanpa tergelincir ke dalam paham politheisme ! Di sekitar tahun 177 M ia menulis :


"Jika orang Kristen menyembah Allah yang esa, mereka memiliki akal sehat di pihak mereka . Namun nyatanya, mereka menyembah seorang manusia yang baru muncul belakangan ini . Mereka tidak menganggap apa yang mereka lakukan merupakan pelanggaran terhadap montheisme . Sebaliknya mereka menganggap penyembahan kepada Allah yang Agung konsisten dengan penyembahan terhadap hamba Nya sebagai Allah . Penyembahan mereka terhadap Yesus ini lebih parah lagi, karena mereka tidak mau mendengar pembicaraan apapun tentang Allah , Bapa dari semua orang , kecuali bila Yesus  juga diikut-sertakan . Katakanlah kepada mereka bahwa Yesus , biang keladi pemberontakan Kristen , bukanlah Anak Nya , mereka tidak akan mau mendengar . Bila mereka menyebut Dia Anak Allah , mereka tidak benar-benar memuja Allah melainkan berusaha meninggikan Yesus ... " 

Pernyataan Plini , Lucian dan Celsus di atas membuktikan bahwa kepercayaan Kekristenan purba di dasarkan pada keyakinan mereka bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri , dan keyakinan ini tidak dapat tergoyahkan , jauh sebelum adanya konsili Nicea 325 !



Kesaksian Bapa-Bapa rasuli dan para apologet

Bapa-Bapa rasuli adalah mereka adalah mereka yang berkarya dari akhir abad pertama Masehi sampai kira-kira pertengahan abad kedua Masehi . Tulisan-tulisan mereka merupakan bukti bahwa jemaat Kekristenan purba sudah menyembah Yesus selaku Allah itu sendiri .

Klemens dari Roma yang menulis menjelang akhir abad pertama Masehi . Ia mensejajarkan Kristus dengan Allah , dan dengan jelas menegaskan pada Kristus terletak tindakan-tindakan dan kehormatan-kehormatan yang diperuntukkan untuk Allah . Klemens juga menegaskan kepercayaannya akan pra eksistensi Yesus Kristus yang berfirman melalui Roh dalam Mazmur-mazmur Perjanjian Lama . Ini mengandung makna bahwa Yesus dipandang sebagai Allah dalam Perjanjian Lama itu sendiri .

Ignatius , uskup dari Antiokhia , pada masa kekaisaran Kaisar Trayanus ( 98 - 117 M ) menulis surat dalam perjalanannya ke Roma menuju kematian martir sebagai berikut :

"... Kristus sudah ada bersama Bapa sebelum segala zaman .... Dia merupakan pikiran Bapa dan yang dapat dengan tepat dikatakan sebagai "Allah kita ' ..... Yesus Kristus adalah Allah yang dinyatakan dalam wujud manusia.  Hanya ada satu tabib , dari daging dan dari Roh , diperanakkan dan tidak diperanakkan , Allah dalam manusia , kehidupan dalam kematian , Anak Maria dan Anak Allah , dapat menderita dan tidak dapat menderita , Yesus Kristus , Tuhan kita .... "

Penulis Surat Barnabas juga menyatakan bahwa Yesus pada masa pra exsistensi sama-sama melakukan pekerjaan penciptaan bersama Bapa . Dengan perkataan lain , Yesus di pandang sebagai Allah itu sendiri , dengan mengatakan bahwa :" Yesus adalah Tuhan atas seluruh kosmos ."   Surat 2 Klemens pada abad kedua Masehi ( bukan Klemens dari Roma ) menegaskan bahwa :"  Jika kita berpikir tentang Yesus Kristus , kita berpikir tentang Allah , sebagai hakim atas orang-orang yang hidup dan yang mati ."   Nampak tegas pengakuan tersirat yang mengandung makna bahwa Yesus adalah Allah .


Pada masa kekaisaran Kaisar Markus Aurelius ( 161 - 180 M ) , seorang apologet terkenal , Yustinus Martir sungguh-sungguh membela Ketuhanan Yesus dan pra exsistensi Nya dengan menampilkan bukti-bukti dari Perjanjian Lama , bahwa Yesus adalah Allah yang berinkarnasi dalam rupa manusia !  Menurutnya penampakan-penampakan Allah dalam Perjanjian Lama adalah penampakan-penampakan Kristus sebelum inkarnasi . Dalam seluruh tulisannya Yustinus Martir membedakan Bapa dan Anak , sementara mempertahankan Ketuhanan kedua-dua Nya yang sejati dan kekal .

Teolog besar pada abad kedua Masehi , Ireneus , uskup Lyon ( Prancis , sekarang ) . Ia adalah murid Polikarpus , di mana Polikarpus adalah murid rasul Yohanes .  Dalam pembelaannya terhadap iman para Bapa Rasuli , ia menulis :

"...Bapa adalah Allah dan Anak adalah Allah ; sebab Dia yang dilahirkan dari Allah adalah Allah ...Namun dalam segala hal ( Kristus Yesus , Tuhan kita ) , juga adalah seorang manusia , perwujudan Allah , karena itu Dia membawa manusia dalam diri Nya , yang tak kelihatan menjadi kelihatan , yang tak terpahami dibuat menjadi dapat dipahami, yang tidak dapat menderita menjadi mampu menederita dan Firman yang dibuat menjadi manusia .... "
 
Klemens dari Alexandria  ( 155 - 220 M ) , menegaskan bahwa :" Firman telah datang pada kita dari surga dan Yesus sendiri adalah Allah dan manusia .'   Hippolitus ( 170 - 236 M ) , murid Ireneus , menyatakan bahwa :"

 Firman ( Kristus pra exsistensi ) dibuat berinkarnasi dan menjadi manusia dan dinyatakan sebagai Allah dalam suatu tubuh . Firman benar-benar menjadi manusia , bukan sekedar dalam penampilan atau sebagai ungkapan ....."

Tertulianus ( 160 - 225 M) , seorang apologet yang lain menggambarkan penyatuan kekal antara Kristus pra exsistensi dan Allah Bapa , dalam tulisannya berikut ini :


"...Karena itu Firman senantiasa di dalam Bapa seperti yang dikatakan Nya " Aku di dalam Bapa "  dan juga selalu bersama-sama dengan Allah seperti ada tertulis :" Firman itu bersama-sama dengan Allah." . Dia tidak pernah terpisah dari Bapa atau lain dari Bapa, sebab " Aku dan Bapa adalah satu ' . "

Nampak jelas dari tulisan para Bapa Rasuli dan apologet tersebut di atas , yang ditulis jauh sebelum konsili Nicea 325 M , Kekristenan awal telah mendasarkan iman mereka pada kepercayaan yang kokoh bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri .


Konklusi

 Kaisar Romawi sebelum Constantinus Agung adalah Diocletianus (284 - 305 M ) . Pada masa pemerintahannya Kekristenan sangat amat menderita di bawah penganiayaan yang luar biasa , karena pengakuan iman mereka bahwa hanya Yesus yang patut disembah sebagai Tuhan . Banyak Kitab- Kitab Kristen yang dimusnahkan dengan tujuan untuk menghilangkan Kekristenan dari muka-bumi .  Ketika penganiayaan berhenti pada masa kekaisaran Constantinus Agung , Connstantinus memerintahkan pembuatan salinan dari Perjanjian Baru . Maka timbullah spekulasi murahan yang lain .

Ada sebagian orang yang menyatakan , baik lewat buku-buku maupun internet , bahwa Ketuhanan Yesus adalah hasil paksaan Kaisar Constantinus Agung pada konsili Nicea 325 M . Dari bukti-bukti sejarah yang telah dipaparkan di atas , jelas bahwa pernyataan seperti itu menyalahi sejarah dan merupakan kebohongan di zaman modern ini .Bukti historis bahkan menyatakan bahwa sejak awal , Kekristenan telah menyembah Yesus selaku Tuhan !

Sebagian lagi menyatakan bahwa ketika Ebeusius diperintahkan oleh Constantinus membuat salinan Perjanjian Baru , maka pada kesempatan itu , dipilihlah kitab-kitab yang membuat Yesus menjadi Tuhan dan kitab-kitab yang tidak membuat  Yesus menjadi Tuhan , disingkirkan !  Perhatikan pernyataan Michael  Baigent dan Richard Leigh dalam buku mereka " Holy Blood, Holy Grail " :

"Ketika Constantinus memberi penugasan dibuat terjemahan-terjemahan baru dari dokumen-dokumen ini , para penjaga orthodoksi dimungkinkan untuk merevisi, menyunting , menulis ulang bahan mereka sebagaimana mereka rasa cocok sesuai dengan ajaran-ajaran mereka .  Pada saat itulah kebanyakan pengubahan yang penting  dalam Perjanjian Baru  agaknya dibuat  dan Yesus  memperoleh kedudukan unik yang sejak saat itu diperoleh Nya ..." ( Michael Baigent - Richard Leigh " Holy Blood , Holy Grail " )

Nampak sekali kebohongan Michael Baigent dan Richard Leigh ! Constantinus hidup di pertengahan paruh abad ke IV Masehi , sementara pernyataan Keempat Injil bahwa Yesus adalah Allah sudah ada sejak abad ke I Masehi ;  catatan para Bapa Rasuli dan para apologet serta tulisan para lawan Kekristenan yang menyatakan bahwa Kekristenan menyembah Yesus selaku Allah sudah ada sejak abad ke II Masehi ! Kelihatan bahwa pernyataan Michael Baigent dan Rochard Leigh bertentangan dengan sejarah  dan hanya merupakan spekulasi murahan belaka . Sekalipun dipublikasikan lewat buku-buku dan internet , hanya orang Kristen yang bodoh saja yang dapat tertipu oleh kebohongan ini !


Oleh karena itu saya berpesan , jika kita membaca dari buku-buku atau dari internet atau melihat dari video-video atau film yang mendiskreditkan Yesus dengan mengatakan bahwa Ketuhahan Yesus adalah hasil rekayasa Kekristenan dengan segudang anggapan , ingatlah selalu pada bukti dan fakta historis tersebut di atas ! Ingatlah selalu bahwa penindasan Kekristenan selama hampir 300 tahun di masa lalu , bukan karena sebab apa-apa selain karena Kekristenan menyembah Yesus selaku Tuhan dan tiada yang lain !  Lebih berguna satu ons bukti daripada satu kilo anggapan , demikian kata J.ED. Komoszewski Cs dalam bukunya " Reinventing Jesus '" !  Tuhan Yesus memberkati kita semua ! Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mar ) .








Jumat, 24 Juli 2015

KONSILI NICEA 325 M YANG DISALAH-PAHAMI ! Sebuah penyesatan di abad modern.

Eksklusif untuk Kalangan Sendiri


Pendahuluan :


Meskipun dapat dipastikan bahwa jemaat Kristen mula-mula , dahulu kala tidak ada yang memiliki Alkitab seperti jemaat Kristen modern sekarang ini , namun sejarah membuktikan betapa Kekristenan berkembang pesat oleh pemberitaan Kabar Baik secara lisan , bahwa Yesus sudah bangkit dari kematian ! Dari tulisan-tulisan kuno di abad Pertama Masehi , diketahui bahwa sejak semula jemaat Kristen yang muda  itu telah meletakkan imannya pada Yesus selaku Tuhan ! 

Bukti paling akurat adalah setelah tulisan-tulisan kuno di abad Pertama Masehi ditemukan , kemudian dikanonkan menjadi Perjanjian Baru pada akhir abad ke IV Masehi pada konsili di Kartago . ( masih dalam bentuk salinan tulisan tangan ) . Keempat Injil menginformasikan bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri , yang telah menjelma menjadi manusia ; sehingga setiap ucapannya dapat dipisahkan dan dibedakan antara ucapanNya selaku manusia 100% dengan ucapanNya selaku Tuhan 100% .  Tanpa mengetahui pemisahan ini dan hanya dengan berpegang pada sisi kemanusiaanNya saja , kemudian mengatakan bahwa ucapan manusiaNya membuktikan Ia bukan Tuhan , adalah berat sebelah ! Lalu bagaimana dengan ucapan-ucapan Keilahian Nya ?!

Selama hampir 300 tahun iman jemaat mula-mula telah bersandar pada keilahian Kristus, bahwa Ia adalah Allah yang telah melaksanakan karya penyelamatan di atas kayu salib dengan tubuh manusia !  Ketika tiba-tiba terdengar kabar dari Alexandria , Mesir , yang menyatakan bahwa Keilahian Kristus tidak sama dengan Allah , sudah barang-tentu dunia Kekristenan pada waktu itu terkejut !  Seandainya, sudah sejak semula jemaat Kristen tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan , berita dari Alexandria itu pasti tidak akan mengejutkan dunia Kekristenan .  Apakah sesungguhnya yang terjadi di Alexandria ?

Pada waktu itu ( tahun 318 M ) uskup kota Alexandria adalah uskup Alexander . Seorang presbiter di daerah keuskupan Alexander , Arius namanya ,  mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah dan tidak sama hakekat dengan Allah !  Sudah barang tentu sang uskup mencoba mengoreksi kesalahan anak-buahnya ini , namun Arius tetap pada pendiriannya bahwa Yesus bukan Tuhan !  Sudah barang tentu terjadi keterkejutan di seantero keuskupan Alexandria , bahkan menyebar ke seluruh keuskupan di kekaisaran Romawi pada waktu itu .  Mengapa seluruh keuskupan menjadi terkejut atas ajaran Arius tersebut ?!  Mari kita kembali kepada masa-masa sebelum tahun 325  M .


Masa penganiayaan Kekristenan

Kekristenan lahir sebelum pertengahan abad Ke I Masehi ( sekitar tahun 30 M) di Yerusalem , pada masa kekaisaran Tiberius ( 12 - 37 M )  , anak angkat kaisar Octavianus Augustus yang mangkat pada tahun 14 M .  Pengkhotbah pertama adalah Petrus !  Dengan cepat Kekristenan berkembang di seluruh dunia kekaisaran Romawi pada waktu itu, sekalipun di bawah aniaya dan perlakukan kejam dari pihak pemerintahan Romawi .Begitu banyak darah orang-orang Kristen telah tertumpah selama hampir 300 tahun , demi mempertahankan iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia .


*Pada masa kekaisaran Nero ( 54 - 68 M ) , ribuan orang Kristen dianiaya, dibantai dan dibunuh dengan berbagai cara . Ada yang dibakar hidup-hidup , ada pula yang dimangsakan pada binatang-binatang buas yang kelaparan . Pada tahun 64 M , rasul Paulus dipancung dan Petrus disalib terbalik dengan kepala di bawah , paska terbakarnya kota Roma yang kemudian digunakan sebagai alasan oleh Kaisar Nero untuk membantai pengikut Kristus . Mengapa itu terjadi ? Karena mereka mempertahankan iman bahwa Yesus adalah Tuhan !

* Pada masa kekaisaran Domitianus ( 81 - 98 M ) , dengan kejam orang2 Kristen dikejar-kerjar, dianiaya bahkan dibunuhi .  Kemenakan kaisar yang bernama Flavius Klemen dan isterinya  , yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus , akhirnya dibuang . Sekitar tahun 96 M , rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos , dihukum kerja-paksa di sana bersama orang-orang Kristen yang lain ! Mengapa ? Karena mereka memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan , Juruselamat manusia !

* Pada masa kekaisaran Trayanus ( 98 - 117 M ) , penganiayaan terhadap Kekristenan tidak berhenti .! Sekalipun kaisar Trayanus adalah salah satu kaisar yang sebetulnya baik , namun ia harus menegakkan hukum Romawi . Orang-orang Kristen menolak menyembah dewa-dewa dan menolak pemujaan terhadap kaisar selaku Tuhan ! Akibatnya orang-orang Kristen dituduh, dianiaya bahkan dibunuh ! Simeon , saudara Tuhan Yesus yang menjadi sukup di Yerusalem , dibunuh pada tahun 107 M . Ignatius , murid rasul Yohanes yang menjadi sukup di Antiokia , dibawa ke Roma dan dimangsakan pada binatang buas pada tahun 110 M   Mengapa demikian ? Karena mempertahankan iman mereka bahwa hanya Yesuslah Tuhan yang patut disembah .
.
* Pada masa kekaisaran Hadrianus ( 117 - 138 M ) , penganiayaan terhadap Kekristenan tetap berlanjut ! Banyak orang Kristen mengalami kematian , termasuk Telephorus, seorang paderi dari Roma  . Mengapa demikian ? Karena mereka mempertahankan iman bahwa " Yesuslah Tuhan satu-satunya !."

* Pada masa kekaisaran Antonius Pius ( 138 - 161 M ), orang-orang Kristen tetap menjadi target pengejaran, penganiayaan dan pembunuhan .  Salah satu di antara mereka adalah Polycarpus , murid rasul Yohanes , yang menjadi uskup di Smyrna , dibakar hidup-hidup . Mengapa ? Karena ia tidak mau mengingkari imannya pada Tuhan Yesus dengan pengakuan bahwa kaisar adalah Tuhan !  Ia terkenal dengan ucapannya, sebelum ia mati terbakar hangus oleh api ; bahwa api yang membakarnya hanya sementara , karena ada api kekal yang akan membakar kaisar yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus ! Menurut tradisi , salah seorang murid rasul Yohanes yang lain , Papias , uskup kota Hierapolis , juga dibunuh di Pergamon !

* Pada masa kekaisaran Markus Aurelius ( 161 - 180 M) ,   kaisar bersikap sama dengan pendahulunya , kaisar Hadrianus , bahwa hukum Romawi harus ditegakkan di atas segalanya ! Tetapi penganiayaannya terhadap orang Kristen jauh lebih kejam dan ganas 1 Beribu-ribu orang Kristen dibantai , dipancung atau dilemparkan ke binatang-binatang buas yang kelaparan , termasuk Yustinus Martir ,seorang penginjil dari Neapolis  dan Blandina ! Mengapa ? Karena mereka menolak pemujaan terhadap Kaisar selaku Tuhan dan berpegang pada iman bahwa Yesus adalah Tuhan !

* Pada masa kekaisaran Septimus Severus ( 193 - 211 M ) , penganiayaan terhadap Kekristenan tidak kalah bengisnya , terutama di daerah  Mesir dan Afrika Utara . Di kota Alexandria , orang-orang Kristen dibakar hidup-hidup , disalib dan dipancung dengan kejam . Di antara mereka adalah Leonidas , ayah Origenes . Di kota Kartago seorang perempuan bangsawan   bernama Perpetua dan budaknya , Felisitas , dilemparkan ke binatang buas sehingga keduanya mati dicabik-cabik binatang buas tersebut .Dalam pembunuhan masal itu , diperkirakan Ireneus , murid Polycarpus dan Papias , yang menjadi uskup di kota Lyons (Perancis ) juga mati martir pada tahun 202 M. . Mengapa ? Karena mereka mempertahankan iman mereka bahwa Yesus adalah Tuhan !

* Pada masa kekaisaran Maximinus ( 235 - 238 M) ,  penganiayaan terhadap umat Kristen tidak juga berhenti , di mana banyak pemuka dan pemimpin Kristen yang dibunuh .  Mengapa ? Sama halnya dengan pendahulunya, mereka mempertahankan iman Kristiani , bahwa Yesus adalah Tuhan .

* Pada masa kekaisaran Desius ( 249 - 251 M) , pembantaian orang-orang Kristen lebih masif lagi, karena kaisar Desius bermaksud memusnahkan ajaran Kristen , sehingga ia menyiksa dan membunuh orang-orang Kristen di Roma , Afrika , termasuk Mesir dan Asia Kecil . Mengapa ? Karena mereka mempertahankan pengakuan tertua dalam Kekristenan , yakni : Yesus adalah Tuhan !  ( Meskipun Origenes mengajarkan  Neo-Platonisme sebagai puncak dari kekafiran Helenisme , karena ia seorang Kristen , ia ditangkap dan dipenjarakan serta mati menderita dalam penjara  )

* Pada masa kekaisaran Valerianus ( 253 - 260 M) ,  penganiayaan terhadap umat Kristen lebih kejam dari pada di masa kekaisaran Desius ! Pada masa ini , Cyprianus , seorang uskup dari Kartago , mati dibunuh pada tahun 258 M .  Cyprianus terkenal dengan slogannya bahwa :" Di luar gereja ( maksudnya di luar Kristus) tidak ada keselamatan .  Mengapa pembunuhan-pembunuhan itu terjadi ? Karena mereka tidak mau melepaskan iman mereka pada Tuhan Yesus Kristus !

* Pada masa kekaisaran Diocletianus ( 284 - 305 M ), penganiayaan , penyiksaan dan pembantaian orang-orang Kristen adalah yang terakhir di bagian Barat  , oleh karena setelah kaisar Constatinus I ( Constantinus Agung )  menggantikannya pada tahun 305/306  M , penganiayaan , penyiksaan dan pembantaian tersebut berhenti .untuk daerah kekaisaran Romawi Barat . ( Sebab Diocletianus membagi kekaisaran Romawi menjadi dua yakni Barat dan Timur sehingga menimbulkan perebutan kekuasaan ) . Namun sekalipun ini adalah yang terakhir, penganiayaan , penyiksaan dan pembantaian orang-orang Kristen di masa kaisar Diocletianus ini adalah yang paling bengis dan kejam dan yang paling luas dalam sejarah kekaisaran Romawi .

 Selama lebih dari 10 tahun , orang-orang Kristen terpaksa lari ke hutan-hutan dan gua-gua untuk bersembunyi . Tetapi mereka dicari , ditangkap , kemudian dibakar hidup-hidup atau dilemparkan kepada binatang-binatang liar yang kelaparan , dengan maksud untuk menghapus nama  Kristen dari muka bumi . Kekejaman yang dilakukan pada masa itu , sulit untuk dipercaya bahwa dapat dilakukan oleh manusia !  Tetapi itulah yang terjadi . Mengapa ? Karena mereka , orang-orang Kristen mempertahankan imannya pada Tuhan Yesus Kristus !

* Pada masa kekaisaran Galerius di bagian Timur ( 303 - 311 M ) , penganiayaan orang-orang Kristen masih berlanjut . Setelah Constantinus Agung mengalahkan  Maxentius pada pertempuran  dekat Roma tahun 312 M , barulah Constantinus berkuasa penuh atas kekaisaran Roma bagian Barat ! Tidak lama kemudian , iparnya , Licinius merebut kekuasaan di bagian Timur .  Constatinus Agung dan Licinius mengeluarkan "Edik Milano " pada tahun 313 M , di mana gereja memperoleh kebebasan sepenuhnya .Berakhirlah sudah segala penderitaan , penganiayaan , penyiksaan bahkan pembantaian yang pernah dialami oleh dunia Kekristenan selama hampir 300 tahun lamanya .


Apa yang terjadi antara tahun 318 sampai dengan 325 M ?

Dari fakta sejarah yang kita ketahui di atas , nampak bahwa selama hampir 300 tahun , jemaat Kristen hidup di bawah tekanan , siksaan, aniaya bahkan perlakuan kejam dan bengis serta pembantaian yang di luar nalar manusia , semata-mata hanya mempertahankan kepercayaan tertua mereka , bahwa Yesus adalah Tuhan !  Fakta tidak dapat dipungkiri karena selama masa penganiayaan yang panjang itu , entah sudah berapa banyak darah para martir yang terbunuh dalam mempertahankan iman mereka , di mana mereka tidak bersedia memuja Kaisar sebagai Tuhan , dan tetap berpegang pada iman bahwa hanya Yesus lah Tuhan !

Ketika penganiayaan berhenti , sisa-sisa dan bekas-bekas penganiayaan masih terlihat pada tubuh jasmani orang-orang Kristen dan bapa-bapa gereja saat itu . Banyak di antara mereka yang terlepas dari kematian , namun cacat secara jasmani akibat penyiksaan yang di luar batas kemanusiaan . Keadaan mulai tenang setelah Constantinus Agung dan Licinius membuat "Edik Milano " . Gereja mulai berbenah , dan bangunan-bangunan gereja dipersiapkan untuk dibangun . Ketika tiba-tiba terjadi kegemparan yang berawal dari keuskupan di kota Alexandria , Mesir ,

Pada tahun 318 M , sukup Alexandria yang bernama Alexander , berselisih dengan seorang presbiter di daerah keuskupannya  . Presbiter tersebut bernama Arius .  Arius berpendapat dan mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Allah , Yesus bukanlah Tuhan !  Yesus bukannya dari kekal , melainkan Ia diciptakan sebagai ciptaan yang pertama dan tertinggi derajadnya .  Ia turun ke dunia dalam wujud manusia dan taat pada Bapa , sehingga dikaruniai  kehormatan ilahi .

Sudah barang tentu Alexander melawan ajaran Arius yang aneh ini !  Ratusan tahun sebelumnya , begitu banyak darah orang Kristen yang tertumpah hanya untuk mempertahankan kepercayaan awal , bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri . Kalau tidak , bagaimana mungkin Ia dapat membebaskan manusia dari segala dosa-dosanya ?  Namun ajaran Arius menyebar ke seluruh kekaisaran Romawi , sehingga timbul keributan . Masalah yang tidak dipahami oleh Arius adalah masalah " una substansia tress personae " dari Ketuhanan Yesus yang sudah sejak lama dipercaya oleh mayoritas bapa-bapa gereja bahwa , Ketuhanan Yesus bukan terletak pada sosok jasmani manusiaNya , melainkan persona Nya sebagai Firman yang telah menjadi manusia ( 1 Yohanes 1 : 14 ) .

Alexander terpaksa memecat Arius sebagai presbiter . Namun , Arius sudah terlanjur mendapat pengikut yang sependapat dengan ajarannya .  Jangan lupa , ia hanya seorang presbiter , sama-sekali bukan uskup ! Sekitar tujuh tahun masalah Ketuhanan Yesus yang sudah menjadi kepercayaan awal dari gereja , menjadi diributkan karena ulah Arius .  Meskipun kaisar Constantinus Agung bukan seorang teolog , ia berusaha mendamaikan kedua kubu yang berseberangan dengan menggelar konsili pertama gereja di Nicea pada tahun 325 M .  Yang menjadi thema adalah "relasi antara Anak dan Bapa " !

Sekitar 300 orang uskup menghadiri konsili tersebut , dan banyak diantara mereka dalam keadaan cacat jasmani akibat penyiksaan-penyiksaan di masa kekaisaran Diocletianus . Mereka marah terhadap Arius , karena merekalah korban penganiayaan Kekristenan sebelumnya , yang masih hidup !  Arius tidak bisa hadir dalam konsili tersebut karena ia hanya seorang presbiter .  Tetapi ajarannya dibacakan pada konsili tersebut , sehingga terjadi kegemparan dalam ruang konsili .  Rata-rata uskup yang hadir mengutuk Arius dan akhirnya konsili memutuskan bahwa " ajaran Arius sesat serta memecatnya dari gereja . " .

Adalah salah besar orang yang mengatakan bahwa pada konsili Nicea 325 tersebut dihasilkan doktrin "Trinitas " , sebab konsili tidak membicarakan Roh Kudus , hanya membicarakan istilah teologi bagi relasi antara Anak dan Bapa . Sebab sudah sejak ratusan tahun sebelumnya , gereja percaya bahwa Anak dan Bapa adalah satu ! ( Yohanes 10 : 30 ) . Maka konsili menghasilkan istilah teologi bagi relasi antara Anak dan Bapa itu sebagai "homoousios " , artinya sama-hakekat !  Sama-sama Allah karena Yesus selaku Firman adalah Allah itu sendiri ( Yohanes 1 : 1 ) .

Tidak ada ajaran baru yang dilahirkan pada konsili Nicea 325 ! Mayoritas uskup yang hadir , sudah mengetahui dan mendengar serta sepakat dengan mayoritas bapa-bapa gereja ratusan tahun sebelumnya , bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan ! Karena itu wajarlah kalau putusan Konsili menyatakan bahwa Arius dipecat dan ajarannya dinyatakan sesat !


Apa yang terjadi setelah tahun 325 M ?

Bagaimanapun juga iblis tidak berhenti bekerja ! Sekalipun Arius dipecat dan ajarannya dinyatakan sesat , ia mendapat teman juga yang mendukung pendapatnya , termasuk Eusebius , sahabat Kaisar Constantinus Agung , seorang pendukung ajaran Origenes yang  neo-platonisme , yang akhirnya menjadi uskup di Constantinopel .  Sekitar tiga tahun sejak pemecatan Arius , Constantinus Agung mengembalikan Arius pada jabatan gereja , sebagai imam atau presbiter di keuskupan Alexandria .  Pada waktu itu ( 328 M ) , Athanasius sudah menjabat uskup di Alexandria menggantikan uskup Alexander .  Tetapi Athanasius menolak permintaan kaisar , sehingga ia dibuang !  Dalam perjuangannya mempertahankan iman bahwa Yesus adalah Tuhan , Athanasius kerap-kali mengalami pembuangan .

Mengapa hal seperti itu terjadi ? Oleh karena Eusebius dan kaisar Constantinus Agung ternyata adalah pendukung ajaran Arius ! Sampai pada kematiannya di tahun 337 M , kaisar Constantinus Agung adalah pendukung ajaran Arius . Pengikut Athanasius berjuang keras melawan ajaran Arius yang didukung oleh istana Kekaisaran .  Terlebih ketika Constantinus II , anak Constantinus Agung naik tahta  ! Ia seorang pendukung ajaran Arius  dan mendesak gereja untuk mengakui bahwa Anak hanya  "homoios " (menyerupai) Bapa  atau "an-homoios" (tidak menyerupai ) Bapa , yang kedua-duanya menyangkal keTuhanan Yesus !

Namun sudah sejak ratusan tahun yang lalu Kekristenan di dasarkan pada kematian dan kebangkitan Kristus , di mana Yesus Kristus (Anak ) adalah Allah (Bapa ) itu sendiri dan dari tulisan2 kuno yang akhirnya menjadi kanon Perjanjian Baru , mereka percaya bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu ! Akhirnya pada tahun 381 M , pada masa kekaisaran Theodosius Agung , diadakanlah Konisli di kota Constantinopel.

Pada konsili ini relasi antara Bapa , Anak dan Roh Kudus yang sudah sejak ratusan tahun sebelumnya dianut oleh gereja mula-mula , dinyatakan dengan istilah teologi "  homoousios " artinya Bapa , Anak dan Roh Kudus adalah sama hakekat   ! Kelompok pengikut ajaran Arius dengan cepat langsung surut dan hanya bertahan beberapa abad saja , terutama di antara suku-suku bangsa Jerman . saja !


Apa yang terjadi setelah tahun 1500 M ?

Reformasi gereja oleh Martin Luther di mulai pada tgl. 31 Oktober 1517 . Pada konsili Trente 1563 , tidak diperoleh hasil penyatuan gereja kembali . , maka secara definitif gereja terbagi dua menjadi Gereja Katolik Roma dan Gereja Protestan . Pokok perselisihan adalah masalah pembenaran ! Namun dalam hal keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia , keduanya sepakat ! ( Pada tgl, 31 Oktober 1999, di Ausburg , Jerman , telah terjadi penandatanganan deklarasi bersama antara Geraja Katolik Roma dengan Protestan tentang doktrin pembenaran , bahwa keduanya sepakat mengakui bahwa pembenaran hanya diperoleh melalui iman pada karya penyelamatan Kristus di kayu salib .  )

Setelah lebih dari 1000 tahun sejak ajaran Arius dinyatakan sesat , tiba-tiba pada  ke XVI - XVII M , timbullah ajaran Unitarian di Eropa , yang mengadopsi ajaran Arius , bahwa Yesus bukan Tuhan ! Bapak Unitarian ini adalah Michael Servetus ( 1511- 1553 ) , Francis David ( 1510 - 1579 ) dan John Biddle ( 1615 - 1662 ). Demikian pula di Amerika Serikat , pada tahun 1870 Charles Taze Russel mendirikan gerekan Sakis-Saksi Yehovah , dengan mengadopsi juga ajaran Arius !

Oleh karena mereka mengadopsi  ajaran Arius , maka mereka harus mengatakan dan berdalih  bahwa Konsili Nicea 325 telah digunakan untuk melahirkan ajaran baru , yaitu bahwa Yesus adalah Tuhan !  Menuduh konsili Nicea yang memutuskan ajaran Ketuhanan Yesus , sungguh sangat melenceng dari kebenaran historis ! Sebab sejarah telah membuktikan bahwa jauh sebelum konsili Nicea , ratusan tahun sebelumnya , kepercayaan awal dari gereja adalah bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia . Gereja telah membuktikan bahwa Ketuhanan Yesus telah diikutib dan diimani oleh jemaat Kristen bahwa Yesus adalah Tuhan , bahwa Anak dan Bapa adalah satu , sesuai yang tertulis dalam Injil , jatuh sebelum ada konsili Nicea !

Demikian pula, mengatakan bahwa Kaisar Constantinus Agung yang memaksakan konsili Nicea untuk mengakui keTuhanan Yesus , adalah salah secara empiris dan historis ! Kenyataannya , konsili Nicea tidak menghasilkan ajaran baru ! Kenyataannya , Eusebius dan Constantinus Agung adalah pendukung Arius ! Kenyataannya , bahkan anaknya , Constantinus II juga pendukung Arius !  Bagaimana mungkin dapat dikatakan bahwa pendukung Arius yang memaksa konsili untuk mengakui Ketuhanan Yesus ? Bukankah seharusnya konsili dipaksa untuk mengakui bahwa Yesus bukan Tuhan , sesuai ajaran Arius yang didukungnya itu ? 


Konklusi:

* Bahwa kelompok Unitarian dan Saksi-Saksi Yehova berdalih Konsili Nicea 325 yang memaksakan ajaran baru tentang Yesus adalah Tuhan , adalah salah secara empiris dan historis ! Itu hanya dalih mereka dalam menutupi kenyataan bahwa mereka mengadopsi ajaran Arius yang sesat ! Fakta empiris dan historis membuktikan bahwa jauh sebelum Konsili Nicea 325 , ratusan tahun sebelumnya , mayoritas gereja dan bapa-bapa-gereja telah memiliki kepercayaan awal yang kuat yakni bahwa Yesus adalah Tuhan ! 

Setidaknya terdapat 48 manuskrip Perjanjian Baru Yunani yang ada jauh sebelum konsili Nicea tentang kepercayaan gereja Kristen purba bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri , misalnya Yohanes 1 : 1 , Yohanes 20 : 28 .  dan Ibrani 1 : 8 . Manuskrip yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah itu , sudah ada jauh sebelum Constatinus Agung menggelar konsili Nicea ! Belum termasuk tulisan-tulisan sejarahwan  non-Kristen  pada masa jauh sebelum Konsili Nicea , seperti Lucian . Celsus dan Plini , yang mencatat kepercayaan Kekristenan awal yang menyembah Yesus sebagai Allah itu sendiri sehingga menimbulkan masalah dengan pemerintahan Romawi yang mengharuskan semua orang  menyembah Kaisar sebagai Tuhan . ( J.ED. Komoszewski , Reinventing Jesus ) . 

* Jadi mengatakan bahwa Kaisar Constantinus Agung yang memaksa konsili Nicea untuk membuat pengakuan baru bahwa Yesus adalah Tuhan , juga menyalahi sejarah ! Tidak ada ajaran baru dalam konsili Nicea 325 . Sudah sejak lama , Kekristenan berpedoman pada iman bahwa Yesus adalah Tuhan ! Dan itu bukan barang baru atau sesuatu yang baru .  Sampai akhir hayatnya, Constantinus Agung adalah pendukung ajaran Arius , bersama sahabatnya Eusebius ! Bahkan anaknya , kaisar Canstantinus II juga pendukung ajaran Arius . Tidak masuk di akal jika pendukung ajaran Arius yang memaksa konsili untuk membuat pengakuan baru bahwa Yesus adalah Tuhan ! Harusnya yang dipaksakan adalah benar-benar pengakuan baru yaitu bahwa Yesus bukan Tuhan , sesuai ajaran Arius yang didukungnya itu . 

* Bagi kita , orang Kristiani sejati yang tidak pernah melupakan sejarah , mulai dari gereja Kristen di zaman para rasul hingga hari ini dan sampai selama-lamanya , tentulah tidak terpengaruh pada ajaran-ajaran sesat yang mengecilkan Tuhan kita Yesus Kristus  , sebab Alkitab mengatakan bahwa "

"YESUS KRISTUS TETAP SAMA , BAIK KEMARIN MAUPUN HARI INI DAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA ." ( IBRANI 13 ; 8 Terjemahan LAI 2002 ).

Mengapa Yesus Kristus tidak berubah ? Mengapa Ia kekal  ? Mengapa Ia sama terus sepanjang masa ? Hanya satu jawabnya :" Karena Yesus adalah TUHAN ! "  Tuhan Yesus memberkati kita semua . Salam dari laut ! Amin ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap.M.Mat )





Sabtu, 16 Mei 2015

PENGADILAN TAHTA PUTIH BAGI ORANG YANG TAK PERCAYA !

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Sedikit penjelasan :


Salah satu syarat dalam hermeneutika ( cara mengartikan teks Alkitab dengan benar ) adalah tidak boleh membuat teks terisolasi atau berdiri sendiri dengan mengabaikan konsteknya , baik konstek jarak jauh maupun konstek jarak dekatnya !  Agar saudara mengetahui kebenarannya , bahwa dalam bentuk aslinya , Alkitab yang kita punyai sekarang ini sesungguhnya tidak berpasal dan tidak berayat ! Dengan demikian, mengertilah kita bahwa teks-teks Alkitab itu saling berkaitan , sehingga jika dilepaskan dari konsteknya , maka sudah pasti dapat melahirkan misrepresensi ( salah mengartikan )  ! Itulah sebabnya , sebagai contoh , jika rasul Paulus ingin merekrut teks Perjanjian Lama , ia selalu berkata :" Ada tertulis " , karena memang di zamannya , Alkitab Perjanjian Lama pun belum berpasal dan belum berayat !

Untuk maksud yang baik , yakni supaya mudah dalam mencarinya , barulah pada tahun 1226 , Stephen Langton , membuat nomor pasal-pasal  dari Alkitab , tetapi masih belum ber-ayat !  Kemudian , Robert Eisnten , menambahinya dengan nomor ayat-ayat , pada tahun 1551 , sehingga jadilah seperti model Alkitab yang kita miliki sekarang ,  Oleh sebab itu , jikalau kita membaca suatu teks , ingatlah selalu bahwa teks itu tidak berdiri sendiri seperti halnya kata-kata mutiara atau kata-kata pepatah  atau kata-kata bijak milik dunia ! Sekarang , marilah kita lanjutkan bahasan kita !


Ketentuan pasti dari Tuhan Yesus :

Di dalam Alkitab , kita melihat bahwa setelah kematian dan kebangkitan Kristus , ada dua macam manusia , yakni yang menerima kasih karunia berdasarkan iman pada karya penyelamatan Kristus dengan yang menolaknya dalam arti tidak percaya !  Untuk kedua macam manusia tersebut Alkitab bersaksi bahwa :

"Karena Allah begitu mengasihi dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang Tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa , melainkan beroleh hidup yang kekal .  Sebab Allah mengutus AnakNya  ke dalam dunia  bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia . Siapa saja yang percaya kepadaNya tidak akan dihukum ;  siapa saja yang tidak percaya . ia telah berada  di bawah hukuman , sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah ." ( Yohanes 3 : 16 - 18 Terjemahan LAI 2002 )

Allah telah turun ke dunia dalam rupa manusia Yesus , bukan untuk menghakimi dunia tetapi berkeinginan untuk menyelamatkan kita !  Tetapi , ternyata ada yang percaya dan ada yang tidak ! Dengan tegas Tuhan Yesus berkata bahwa bagi yang percaya tidak binasa , sebab tidak akan dihukum , melainkan beroleh hidup yang kekal ! Perhatikan ! Frasa kata " tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal " tidak menggunakan kata "akan " ;   itu mengandung makna bahwa siapa yang percaya "sudah" diselamatkan dan bukan "akan" diselamatkan !

Sementara itu , dengan tegas pula Tuhan Yesus memastikan bahwa bagi mereka yang tidak percaya , "sudah berada di bawah hukuman ."  Bagaimana menjelaskan pengertian ini ? Kita masih masih hidup di dunia , tetapi "sudah diselamatkan " , dan mereka yang tidak percaya " sudah berada di bawah hukuman ." !?  Apa yang kita peroleh sekarang dan apa yang mereka peroleh sekarang , adalah masih dalam bentuk janji , belum dalam bentuk penggenapan atau menifestasinya !  Karena yang berjanji adalah Allah , maka itu adalah suatu kepastian , yang penggenapannya terjadi paling tidak ketika kita mati atau setidak-tidaknya pada akhir zaman ! Tetaplah bersama saya !


Sebelum kematian dan kebangkitan Kristus :

Sebelum kematian dan kebangkitan Kristus , semua manusia sama , yaitu manusia berdosa yang tidak layak untuk diselamatkan dan layak untuk dihukum ! Manusia berkehendak ingin diselamatkan dengan cara-cara di luar cara Allah , yaitu berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya perbuatan baik !  Akan tetapi tidak ada seorangpun yang sanggup memenuhi standar kebaikan Allah , sehingga tetap saja dalam keadaan berdosa . Bayangkan , satu saja yang kita abaikan , semuanya kita langgar ( Yakobus 2 : 10 ) . Pantaslah rasul Paulus berkata bahwa tidak ada orang yang bisa benar melalui ketaatan pada hukum Torat ! ( Galatia 3 : 11 ).  Oleh sebab itu manusia terancam dengan ancaman di bawah ini :

"...dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal , tetapi mereka yang telah berbuat jahat , akan bangkit untuk dihukum ." ( Yohanes 5 : 29 Terjemahan LAI 2002 )

Perkataan Yesus di atas diucapkan sebelum terjadinya penebusan dalam arti sebelum Yesus membayar harga dosa dunia ! Oleh karena tidak ada seorangpun yang berbuat baik menurut standar Allah , maka jika tidak ada penebusan , seluruh manusia binasa !  Tidak ada yang bangkit untuk hidup yang kekal ! Semuanya bangkit untuk dihukum ! Itu jika penebusan tidak terjadi !


"Ia kan membalas  setiap orang menurut perbuatannya , yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik mencari kemuliaan , kehormatan dan ketidak-binasaan , tetapi murka dan kegeraman kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri , yang tidak taat kepada kebenaran melainkan taat kepada kelaliman." ( Roma 2 :  6 - 7 ) .

Tesk di atas pun mengancam semua manusia , untuk mendapat murka dan kegeraman Allah , karena tidak mungkin ada orang yang sempurna yang dapat melakukan kebaikan seutuhnya sesuai standar Allah ! Seandainya tidak ada penebusan , sudah pasti semua manusia , termasuk kita , binasa ! Sebab tidak mungkin Alkitab berbohong ketika Alkitab bersaksi bahwa :

"..Tidak ada yang benar , seorangpun tidak . Tidak seorangpun yang berakal-budi , tidak ada seorangpun yang mencari Allah . Semua orang telah menyeleweng , mereka semua tidak berguna , tidak ada yang berbuat baik , seorangpun tidak ." ( Roma 3 : 10 - 12 Terjemahan LAI 2002 ) .

Teks di atas tidak bermaksud mengatakan bahwa manusia tidak ada yang berbuat baik , bukan itu maksudNya ! Manusia ingin diselamatkan , dengan melakukan kebaikan ; tetapi kebaikan manusia itu dianggap tidak memenuhi standar Allah ! Selalu ada saja salahnya ! Bukti bahwa manusia selalu saja ada salahnya adalah dengan adanya korban pagi , korban petang , korban penebus salah , korban penebus dosa dan korban pada Hari raya Pendamaian !


 Korban-korban-korban itu dilakukan terus menerus selama lebih dari 1200 tahun , dan itu membuktikan bahwa manusia memerlukan penebusan ! (bandingkan dengan Ibrani 10 : 1 - 3 ) Jadi seandainya tidak terjadi penebusan di kayu salib , kita semua binasa ! Satu-satunya cara agar manusia yang berdosa diperdamaikan dengan Allah hanyalah melalui cara Allah sendiri , yakni lewat kematian dan kebangkitan Kristus ( Roma 5 : 10 ).


Setelah kematian dan kebangkitan Kristus : 

Ketika Tuhan Yesus tergantung di atas kayu salib , seluruh murka dan kegeraman Allah ditimpakan kepadaNya untuk kita , sehingga Ia yang tidak mengenal dosa dibuat menjadi dosa ganti kita , supaya seluruh kebenaran, kekudusan dan kesempurnaan Kristus pindah kepada kita ! Inilah pertukaran ilahi . Kita berpindah dari dimensi dosa dan kutuk ke dalam dimensi pembenaran dan berkat ! Ini fakta Alkitabiah !


" Akan tetapi Allah  menunjukkan kasihNya kepada kita  dalam hal ini :" Ketika kita masih berdosa , Kristus telah mati untuk kita ." ( Roma 5 : 8 Terjemahan LAI 2002 )

Allah datang ke dunia , bukan menunggu kita supaya tidak berdosa dulu ! Mana mungkin manusia tidak berdosa ! Maka justru ketika kita masih berdosa , yaitu tidak dapat memenuhi standar kebaikan Allah , Kristus menebus kita dari segala ketidak-mampuan kita !Jadi salib adalah penawaran keselamatan bagi semua orang ,  untuk mau diselamatkan ataukah tidak ? Sebab kalau mengandalkan kebaikan-kebaikan , sudah pasti binasa , karena tidak ada seorangpun manusia yang tidak bersalah sepanjang hidupnya !


Jadi tidak ada jalan lain ! Tidak ada jalan tengah ! Hanya ada satu jalan , yaitu menerima kasih-karunia Allah yang telah memberikan keselamatan lewat karya penyelamatan Kristus di kayu salib !  Barang siapa yang percaya  dan menerima karya Kristus , seluruh hutang dosanya  lunas . Bukan saja dosa masa lalu , tetapi semua dosa , termasuk dosa seumur hidup sudah dibayar lunas di kayu salib !

"Dia yang tidak ,mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita , supaya  dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ." ( 2 Korintus 5 : 21 Terjemahan LAI 2002 )

Di dalam Kristus , kita yang sebetulnya tidak benar , mendapatkan pembenaran sehingga dianggap benar di hadapan Allah , bukan dengan melihat keadaan kita , bukan ! Tetapi Allah melihat Kristus ! Kebenaran Kristuslah yang sudah membuat kita dbenarkan di hadapan Allah dan sama sekali bukan karena kita benar ! Pertanyaan yang muncul adalah :" Bagaimana dengan orang yang tidak percaya ?"

Setelah kematian dan kebangkitan Kristus, manusia terbagi menjadi dua kelompok , yaitu kelompok orang yang percaya dengan kelompok orang yang tidak percaya ! Persamaan keduanya adalah kedua-duanya tidak mampu untuk berbuat baik sesuai standar Allah- karena standar Allah mewajibkan kita melakukan semuanya , seluruhnya tanpa kecuali ( Band. Galatia 3 : 10 -11 dan Ulangan 27 : 26 ). Perbedaannya adalah , orang percaya memperoleh pengampunan sepanjang hidup mereka sehingga tatkala orang percaya mati , saldo dosanya = nol (nihil ) ! ( Ibrani 10 : 10 ) Semua perbuatan orang yang tak percaya menumpuk sampai ia mati , karena ketiadaan pengampunan lewat darah Yesus.  Hal itu sesuai dengan teks Alkitab di bawah ini :

"Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat , engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan ." ( Roma 2 : 5  Terjemahan LAI 2002 )

Orang yang tidak percaya menyangka bahwa dengan memperbanyak kebaikan , mereka akan dibenarkan . Mereka lupa dan tidak berpikir , bagaimana dengan salah dan dosa mereka ? Lebih-lebih dosa menolak kasih-karunia ( bandingkan dengan Ibrani 10 : 29 - 30 )  Bukankah tanpa darah Yesus tidak ada pengampunan ? Bukankah dengan demikian mereka menumpuk salah dan dosa sampai pada hari mereka menutup mata !?  Tetaplah bersama saya !


Pengadilan Tahta Putih :

Pada  hari penghakiman  di akhir zaman , kedua kelompok manusia dipisahkan ! Orang orang percaya yang digambarkan sebagai domba-domba , ditempatkan disebelah kanan , menghadap pengadilan Tahta Kristus sebagaimana yang dimaksud dalam 2 Korintus 5 : 10  , untuk memperoleh status pemenang yang berhak atas hidup yang kekal ( lihat Matius 25 : 33 ) . Semua domba-domba tercengang , karena mereka dianggap layak , sedangkan menurut perasaan mereka , mereka tidak layak ! Tetapi Allah melayakkan mereka, karena Allah memandang Kristus , pembela mereka  ! ( Matius 25 :  37 - 39 ) .

Sementara itu kambing-kambing ditempatkan di sebelah kiri , menghadap pengadilan Tahta Putih sebagaimana yang dimaksud dalam Wahyu 20 : 11 - 15 .  Kambing-kambing tercengang karena mereka merasa tidak berbuat salah ( Matius 25 : 44 ) . Mereka merasa bahwa selama hidup , mereka baik-baik saja . Padahal , satu kesalahan besar telah dibuat oleh mereka , yaitu menolak pengampunan Kristus ! Jadi Kristus tidak membela mereka !

"Aku melihat orang-orang mati , besar dan kecil , berdiri di deoan tahta itu . Lalu dibuka semua kitab dan dibuka juga sebuah kitab lain , yaitu kitab kehidupan . Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu ." ( Wahyu 20 : 12 Terjemahan LAI 2002 )

Mengapa mereka diadili menurut perbuatan mereka masing-masing ? Karena seumur hidup mereka , segala salah dan dosa mereka , tidak mendapat pengampunan karena ketidak-percayaan mereka pada salib Kristus ! Jadi mereka menimbun dosa dan menimbun murka atas diri mereka sendiri !  Semua perbuatan mereka yang salah dihakimi karena perbuatan yang salah itu tidak pernah terampuni selama mereka masih hidup !  Seluruh kebaikan hidup mereka tidak dapat menghapus salah dan dosa mereka , karena dosa dan kesalahan tidak dapat dihapus lewat perbuatan baik , selain hanya oleh darah Yesus ! Apalagi dosa terbesar adalah menolak Kristus ( Yohanes 8 : 24 )


Mengapa orang percaya tidak dihakimi di pengadilan tahta putih ? Karena seluruh dosa dan kesalahan orang percaya selalu dihapus oleh darah Yesus , sehingga ketika orang percaya mati , tidak ada catatan salah dan dosanya , dengan perkataan lain saldo dosanya = nol (nihil ) ! Mengapa demikian ? Ya , karena darah Yesus selalu mencuci dan menghapus salah dan dosa mereka  sesuai dengan teks  Alkitab dalam Ibrani 10 : 10 .

Mengapa orang yang tak percaya tidak masuk ke dalam hidup yang kekal ? Karena di dalam hidup yang kekal , tidak ada dosa sekecil apapun !  Di sini tidak berlaku raport anak sekolah ! Soal ujian ada 600 soal , lalu bisa dikerjakan 500 soal , berarti mendapat nilai 500/600 x 100 = 83,33 , dan lulus ! . Bukan seperti itu ! Bukan ! Sebab Alkitab bersaksi bahwa :

"Sebab siapa saja yang menuruti  seluruh hukum itu tetapi mengabaikan satu bagian saja ,  ia bersalah terhadap  seluruhnya ." ( Yakobus 2 : 10 Terjemahan LAI 2002 )

Teks di atas menegaskan bahwa misalkan aturan itu ada 600 aturan , lalu kita hanya bisa mengerjakan 599 , dan hanya satu yang belum kita lakukan ; maka kita dianggap bersalah terhadap 600 aturan itu !  Jadi kebaikan menurut standar Allah adalah kita harus mengerjakan semuanya, supaya lulus  ! Itulah sebabnya ada penebusan , karena manusia tidak mampu mengerjakan seluruhnya . Walaupun tidak mampu mengerjakan seluruhnya , oleh karena karya salib Kristus , maka dianggap mampu , sebab ketidak-mampuannya sudah dibayar lunas di kayu salib !

" Setiap orang yang  yang tidak ditemukan namanya  tertulis di kitab kehidupan itu , ia dilemparkan ke dalam lautan api itu ." ( Wahyu 20 : 15 Terjemahan LAI 2002 )

Jadi yang dilemparkan ke dalam lautan api menurut putusan pengadilan tahta putih adalah mereka yang tidak percaya pada salib Kristus , yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan . Inipun sebagai bukti bahwa pengadilan tahta putih adalah khusus untuk menghakimi orang-orang yang tak percaya . Mengapa ? Karena bagi mereka yang percaya , namanya ada dalam kitab kehidupan ( bandingkan 1 Korintus 15 : 57 dengan Wahyu 3 : 5 )  Jadi tidak perlu dihakimi karena Alkitab bersaksi bahwa orang yang ada dalam Kristus Yesus tidak perlu dihukum ( Roma 8 : 1 - 2 ) . .



 Konklusi :

Apakah Allah tidak adil dalam keputusanNya untuk menghakimi orang tak percaya ?  Tidak ! Justru pada hari penghakiman itulah Allah menunjukkan keadilanNya , sehingga Ia tidak dapat dipersalahkan ! Mengapa orang-orang yang tak percaya itu dihukum ? Penjabarannya adalah sebagai berikut :

(1) Allah sudah menawarkan keselamatan lewat salib Kristus , tetapi mereka menolak !  Mereka masih percaya pada usaha sendiri (human effort ) dan menyangka mampu menyelamatkan diri sendiri lewat kebaikan-kebaikan mereka . Mereka fokus pada kebaikan sehingga lupa bagaimana dengan kesalahan mereka ! Lebih-lebih dosa menolak Kristus .

(2) Akibatnya , seluruh salah dan dosa mereka semasa hidup , siapakah gerangan yang menghapusnya ?  Bukankah tanpa darah Yesus tidak ada pengampunan ? Bukankah pengampunan dosa tidak bisa diperoleh dari kebaikan , melainkan dari penumpahan darah Yesus ?

(3) Pada saat hari penghakiman itulah , seluruh salah dan dosa mereka harus dipertanggung-jawabkan ! Karena , untuk dapat masuk ke dalam hidup yang kekal , sama-sekali tidak boleh ada salah dan dosa sekecil apapun ! Dan ternyata , tidak ada yang dapat mempertanggung-jawabkan kesalahan mereka .

(4) Satu-satunya tempat yang dapat menerima orang yang bersalah dan berdosa , hanyalah lautan api ! Itulah kematian yang kedua , kekal selama-lamanya, bagi mereka yang menolak penawaran keselamatan dari Allah !

Saudara dapat membandingkan dengan Matius 25 : 37 - 39  ketika domba-domba diperintahkan masuk ke rumah Bapa ? Bukankah domba-domba itu kebingungan  dengan keputusan itu ? Ya , sebab bukan mereka yang dipandang oleh Allah , melainkan pembela mereka , yakni Kristus Yesus Tuhan !  Demikian pula pada Matius 25 : 44  , kambing-kambing kebingungan karena disuruh masuk ke lautan api . Mengapa mereka kebingungan ? Karena sangka mereka dengan kebaikan mereka , mereka dapat diselamatkan ! Jadi mereka lupa bagaimana dengan salah dan dosa mereka ? Maka ketika hari penghakiman tiba , mereka tidak mendapat pembelaan dari Kristus Yesus Tuhan ! 

Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan siapa pun dan dari golongan mana pun , selain eksklusif hanya untuk kalangan sendiri .Tuhan Yesus memberkati kita di bumi , sampai pada hari Marantha , Tuhan Yesus datang kembali ! Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP. Sihombing SH.M.Ap. M.Mar. )





Rabu, 13 Mei 2015

SIAPA BILANG KONSEP TRINITAS ITU TIDAK MASUK AKAL !?

EKSKLUSIF UNTUK KALANGAN SENDIRI



Pendahuluan :


Trinitas atau Tritunggal adalah suatu konsep keimanan Kristiani sejati ! Jadi kalau saudara mencari-cari kata"Trinitas " atau "Tritunggal " dalam Alkitab , mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu , saya jamin , sampai kiamat pun saudara tidak akan menemukannya . Sebab ia cuma konsep ! Namun , ini yang paling penting , roh dari konsep Trinitas ini bertebaran di dalam Alkitab ! Sama halnya ketika saudara membaca Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan Kitab Undang Undang Hukum Dagang (KUHD).. Menurut teori hukum , KUHD adalah "lex specialis " terhadap KUHPerdata , maka lahirlah adagium " lex specialis derogate legi generalis ." Kalau saudara cari , baik dari dalam KUHPerdata maupun KUHD , kata "lex specialis " , sampai kiamat pun saudara tak akan menemukannya , sebab dia cuma adagium . Namun , ini yang paling penting , roh "lex specialis" itu bertebaran di dalamnya ! 

Orang awam yang non Kristiani sejati , sering mengatakan bahwa Konsep Trinitas atau Tritunggal itu tidak benar , salah dan tidak Alkitabiah karena tidak ada tulisan "Trinitas " atau "Tritunggal" dalam teks-teks Alkitab ! Kesalahan orang-orang seperti ini adalah karena mereka mencari adanya "tulisan" ! Padahal yang sedang kita bicarakan ini bukan ayat Alkitab , bukan tulisan , melainkan suatu konsep yang lahir dari ayat-ayat Alkitab ! Sama dengan adagium hukum "leg specialis derogate legi generalis "  yang tidak tertulis pada pasal-pasal hukum , tetapi ia lahir dari pasal-pasal itu ! 

Lebih parah lagi , orang yang tidak belajar teologi berlagak tahu tetapi tidak tahu apa-apa , ketika ia tidak dapat membedakan konsep Trinitas (Tritunggal) dengan Tritheis !  Sudah jelas bahwa Tritheis itu adalah konsep politheis ( konsep banyak Tuhan ) , sementara konsep Trinitas (Tritunggal) bukan merupakan konsep politheis melainkan monotheis ( konsep satu Tuhan ) ! Jadi menyangka bahwa Trinitas adalah Tritheis , menunjukkan kebodohan orang yang menuduhnya demikian . 


Maksud tulisan ini dibuat :

Blog " Siapa bilang konsep Trinitas itu tidak masuk akal !?" ini sengaja ditulis untuk menjaga dan memagari iman orang-orang Kristiani sejati , untuk menghadapi serangan dari luar yang tidak mempercayai KeEsaan Bapa , Anak dan Roh Kudus ; bukan saja dari pihak non Kristiani seperti GZB ( Gerakan Zaman Baru )  tetapi juga dari pihak yang mengaku Kristiani , seperti misalnya Saksi Saksi Yehovah , Unitarian (Kristen Tauhid ) dan sebagainya dan sebagainya ! Mengapa demikian ?

Sebab fakta membuktikan bahwa banyak orang Kristiani awam yang tumbang ketika mereka dicekoki tentang masalah Trinitas atau Tritunggal yang secara tidak mereka sadari , sudah dialihkan ke konsep Tritheis ( politheis , konsep banyak Tuhan ) ! Lalu apa yang terjadi ? Mereka bimbang dan akhirnya iman Kristianinya yang mula-mula , rontok berguguran !  Ketika mereka diserang dengan ucapan :" Bagaimana mungkin Allah itu ada tiga tetapi satu ? Satu ya satu , tiga ya tiga ! Saya tidak mengerti ! ." Jadi si penyerang mengatakan tidak dapat mengerti , maka orang Kristiani awam itu pun mengiyakan bahwa ia juga tidak mengerti ! 

Oleh karena itu , blog ini bermaksud mengajarkan kepada saudara yang mengaku Kristiani sejati , untuk dapat mengerti konsep Trinitas tersebut dengan baik , di pandang dari sudut Alkitabiah maupun dari sudut teologi yang benar !  Dengan harapan , saudara dapat menyimpannya dalam hati sebagai suatu iman yang berdasar pada keilmuan yang kokoh , dan bukan iman yang buta dan meraba-raba !


Konsep Trinitas (Tritunggal ):

Seperti sudah dikatakan sebelumnya , kalau saudara mencari-cari kata atau tulisan " Trinitas " atau "Tritunggal" dalam ayat-ayat Alkitab , saya jamin , sampai kiamat pun saudara tidak akan menemukannya . Yang akan kita temukan adalah rohnya , atau ajarannya , atau substansinya . Mari kita ambil contoh dari Alkitab berikut ini :

"Pada mulanya adalah Firman , Firman itu bersama-sama dengan Allah , Firman itu adalah Allah . Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah . Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan ." ( Yohanes 1 : 1 - 3  Terjemahan ALI 2002 )

Modal utama untuk memahami teks di atas adalah bahwa dalam teks ini , yang dibicarakan adalah Allah , bukan benda dan bukan manusia !  Allah adalah suatu Roh , yang tidak terikat dan tidak dibatasi oleh ruang waktu dan jarak ! Jadi Allah tidak kelihatan , tidak dapat diraba , tidak berbentuk , tidak berwujud seperti benda atau manusia , tetapi Dia ada , karena Dia Roh adanya .  Di sini kita tidak bicara soal personalitas manusia atau benda yang dapat terpisah-pisah karena dibatasi oleh ruang waktu dan jarak ; melainkan kita sedang bicara tentang personalitas dari Allah yang  bersifat metafisika , yang tidak dapat terpisah dan tidak dibatasi oleh ruang waktu dan jarak !

Pada mulanya adalah "Firman " ! Iya jelas ! Allah tidak berbentuk dan tidak terlihat , karena Dia Roh ! Namun demikan Roh itu berkata-kata , dan kata-kataNya itulah yang disebut "Firman " (logos , Yunani ) . Dengan "FirmanNya " itu Allah menciptakan alam-semesta , misalnya "Jadilah terang , maka terangpun jadi ." ( Kejadian 1 : 3 ) .  Lalu di mana keberadaan kata-kata atau Firman itu ? Alkitab menjawab :" Firman itu bersama-sama dengan Allah ."  Iya benar ! Bukankah kata-kata atau Firman harus selalu bersama-sama dengan yang empunya kata-kata atau Firman itu ?  Lalu siapakah Firman itu ? Alkitab menjawab :" Firman itu adalah Allah ." !  Iya , ini pun benar ! Karena Allah itu Roh , maka ketika ia berfirman , Firman itu ( kata-kataNya itu  )  bersama-sama dengan dia , dan Firman itu ( kata-kataNya itu)  adalah Dia sendiri , karena ia tidak terlihat ! Di sini kita menggunakan pendekatan persona metafisika dan bukan persona psikofisik ! Sekarang perhatikan teks Alkitab di bawah ini :

"Firman itu telah menjadi manusia  dan tinggal di antara kita dan kita telah melihat kemuliaanNya yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa , penuh kasih-karunia dan kebenaran ." ( Yohanes 1 : 14 )

Lihat ! Firman itu adalah Allah sendiri ! Dan sekarang Firman itu telah menjadi manusia , maksudNya telah menjadi daging dalam wujud manusia Yesus di bumi !  Namun Firman itu adalah Allah itu sendiri , dalam sebutan baru "Anak Tunggal Bapa "  ! Karena Firman itu adalah Allah itu sendiri , maka sudah barang-tentu Dialah yang menciptakan segala sesuatu, sebab dengan Firman Dia telah menjadikan alam semesta ini  ( Yohanes 1 : 3 )  Firman itu tidak pernah terpisah dari Allah sebab itu adalah suaraNya  !
 

Jadi , baik Allah (Bapa ) maupun Firman (Anak ) yang keduanya adalah Roh yang sama  yaitu  Allah yang Esa ; sebab yang kita bicarakan bukan adanya tiga Allah , melainkan satu Allah yang berada di alam transendental ! Kita tidak sedang bicara mengenai benda atau manusia , bukan ! Sebab kalau kita pakai gambaran manusia " Pada mulanya adalah Si A , dan Si A itu bersama-sama dengan Si B , dan Si A itu adalah Si B ." ,  ini tidak cocok , sebab Si A memang Si A dan bukan Si B  dan Si B adalah Si B dan bukan Si A  , meskipun mereka sedang bersama-sama !  Tetapi di sini kita sedang bicara mengenai Roh Allah !   Ketika Allah berfirman , maka FirmanNya itu bersama Dia yang sedang berfirman , dan FirmanNya itu adalah Allah itu sendiri , sebab Dia Roh yang ada di alam transendental .

Jangan disamakan dengan manusia atau benda ! Sebab kalau kita bicara mengenai Si A , maka jelas Si A  itu terlihat ! Di sini digunakan pendekatan persona psikofisik ! Waktu Si A berbicara , maka terdengar kata-katanya . Tetapi kata-kata si A  itu bukan Si A , melainkan suara dari Si A  ! Jadi jelas Si A  dan suara Si A  terpisah , karena Si A kelihatan sehingga dapat dibedakan yang mana Si A secara tubuh dan yang mana suaranya .  Tetapi Allah tidak demikian sebab Allah tidak  kelihatan , sebab Dia Roh adaNya ! Maka waktu Roh Allah berFirman , maka baik Allah dan FirmanNya itu tidak dapat dipisahkan karena sama-sama tidak kelihatan, sama-sama berada di alam transendental  !

Sekarang bagaimana dengan Roh Kudus ?  Konsep Trintas berbicara mengenai Bapa , Anak dan Roh Kudus ! Kalau dari penjelasan di atas nampak bahwa Bapa adalah Anak dan Anak adalah Bapa , yaitu Allah yang Roh adanya ,  sekarang , di manakah Roh Kudus ? Alkitab menjawabnya : 

"Jikalau  Penolong  yang akan Kuutus dari Bapa  datang , yaitu Roh Kebenaran  yang keluar dari Bapa , Ia akan bersaksi  tentang Aku  ." ( YOhanes 15 : 26 )

Lihat ! Roh Kudus dikatakan keluar dari Bapa , yaitu Allah yang Roh itu ! Oleh karena Anak adalah juga Bapa  dan Bapa adalah Anak , yaitu Roh Allah yang sama , maka kalau dikatakan bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa , maka itu dapat dikatakan dengan kalimat lain bahwa Roh Kudus juga keluar dari Anak .  Oleh karena Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Anak , dari Roh yang sama , yaitu Roh Allah , maka sudah jelas bahwa Roh Kudus juga Allah !  Sekali lagi saya ingatkan , kita sedang bicara mengenai Allah yang Roh adanya , bukan bicara benda atau manusia ! 

Berdasarkan kenyataan bahwa kita tidak sedang bicara mengenai manusia , melainkan Allah yang Roh adaNya , maka konsep Trinitas atau Tritunggal , yaitu Bapa , Anak dan Roh Kudus , tidak memasukkan kemanusiaan Yesus di dalamnya , melainkan keillahianNya selaku Firman Allah !  Dengan perkataan lain , KeAllahan Yesus itu bukan terletak pada sosok-manusiaNya , sama sekali bukan ! Namun terletak pada keberadaanNya selaku Firman Allah yang adalah Allah itu sendiri !

Kita tidak sedang bicara mengenai politehis atau tritheis ( konsep banyak Tuhan ) , melainkan sedang bicara tentang Allah yang Esa , tapi Roh adanya ! Tanpa bermaksud mendiskreditkan saudara kita dari umat Hindu , mari kita ambil gambaran mengenai Brahma , Siwa dan Wisnu ! Ini jelas tritheis : sebab Brahma adalah Brahma dan bukan Siwa atau Wisnu , sementara Siwa adalah Siwa yang bukan Brama atau Wisnu dan Wisnu adalah Wisnu serta bukan Brahma atau Siwa ! Jelas ini tritheis karena Brahma , Siwa dan Wisnu terpisah satu sama lain ! Sementara konsep Trinitas adalah :" pada mulanya adalah Firman , Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ." !  Di mana Bapa , Anak dan Roh Kudus itu sehakekat , tidak terpisah , yaitu dari Roh yang sama yakni Roh Allah !


Konsili Nicea 325 M :

Pada masa gereja mula-mula di zaman para rasul , masalah Bapa , Anak dan Roh Kudus , tidak pernah diperdebatkan karena konsep tersebut tertuang dalam Alkitab sebagaimana diuraikan di atas ! Pada zaman itu , istilah "Trinitas " maupun "Tritunggal " belum dikenal ! Ketika iman Kristiani sedang adem-ayem , tiba-tiba iblis bergerak melalui seorang Presbiter di Alexandria , Arius namanya !  Ia mengajarkan bahwa Yesus itu bukan Allah atau setengah Allah , melainkan manusia sesungguhnya ! Padahal sudah lama dimengerti oleh para Bapa Bapa Gereja bahwa KeAllahan Yesus bukan terletak pada sosok manusiaNya , melainkan berdasarkan bahwa Ia adalah Firman Allah dan Allah itu sendiri ! 

Pandangan Arius yang sesat ini memaksa gereja menggelar konsili di Nicea pada tahun 325 M , pada masa pemerintahan Kaisar Contantinus ! Seluruh uskup berkumpul dan membicarakan masalah Bapa dan Anak ! Di situ diputuskan bahwa Bapa dan Anak adalah "homo-usios " , artinya satu hakekat ,  berasal dan merupakan manifestasi dari Roh yang sama , yakni Roh Allah ! Yang dibicarakan bukan mengenai sosok manusia Yesus , melainkan hubungannya selaku Firman Allah ! Arius dinyatakan sesat dan dibuang , sekalipun dia tidak hadir dalam konsili tersebut , bukan karena dia tidak diundang , melainkan karena dia hanya seorang presbiter , bukan uskup , sedangkan konsili adalah konsili para uskup !

Orang yang mengatakan bahwa konsep Trinitas atau Tritunggal itu lahir dari hasil konsili Nicea 325 , adalah orang bodoh yang mengaku tidak bodoh  ! Mengapa demikian ? Karena konsili Nicea hanya bicara mengenai relasi antara Bapa ( Allah ) dengan Anak ( Firman Allah ) , belum bicara mengenai Roh Kudus . Sehingga konsili ini belum melahirkan istilah Trinitas atau Tritunggal !  Konsili ini pun dibuat bukan untuk melahirkan ajaran baru , melainkan karena Arius mengacaukan iman Kristiani zaman itu, sehingga harus diselesaikan lewat konsili  . Bagaimana dengan relasi antara Bapa , Anak dan Roh Kudus ?

Pada konsili Constantinople 381 , pada masa pemerintahan Kaisar Teodosius , barulah lahir istilah Trinitas atau Tritunggal , di mana berdasarkan Alkitab bahwa Roh Kudus keluar dari Bapa , maka Roh Kudus juga keluar dari Anak , dan karena keluar dari Roh yang sama , maka Roh kudus itu juga Allah itu sendiri !  Jadi hasil konsili Contantinoplel 381 , Bapa , Anak dan Roh Kudus adalah homo-usios , satu hakekat , sama derajad , dan tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah !  Satu atau Esa dalam tiga pribadi yang berbeda tetapi tidak terpisah ! Mengapa ? Karena yang dimaksud dengan Bapa , Anak dan Roh Kudus itu adalah subtansi yang sama yakni Allah yang Roh adaNya .


Perlawanan dari Anti Trinitas di zaman modern :

Sudah dikatakan bahwa kita sedang bicara mengenai Allah yang Roh adaNya ! Yang dimaksud oleh Bapa Bapa gereja  mengenai kata "persona " ( Latin ) , hypostatis ( Yunani ) atau "Onoma " (Aramik ) bukanlah persona secara psikofisik , melainkan persona secara metafisika , artinya persona dibalik yang kelihatan . Kalau ada tiga orang berkumpul , Bambang , Budi dan Broto , itu namanya persona secara psikofisik , ada Bambang , Budi dan Broto yang memang terpisah personalnya !  Di sini kita sedang bicara mengenai Allah yang Esa , yang Satu , yang Roh adaNya , tetapi dengan tiga persona metafisika ! Tidak ada tiga Allah , karena yang kita bicarakan satu Allah !  Ketidak-pahaman mengenai persona atau hypostatis yang metafisika inilah yang melahirkan pemahaman yang sesat sebagai beikut ini :


(1) . Servetus Michael : dalam bukunya " The error of Trinity "mengatakan bahwa bagaimana mungkin konsep Trinitas itu Alkitabiah , mengingat bahwa dalam konsep itu ada "Tiga wujud Allah " , yakni Bapa , Anak dan Roh Kudus ! Ia membuat Bapa , Anak dan Roh Kudus berdiri sendiri secara terpisah , dengan menggunakan teori persona psikofisik  , sepertinya halnya tiga wujud manusia Bambang, Budi dan Broto ! Bukankah Allah tidak berwujud dan hanya satu (ESa) ? Bagaimana mungkin bisa terpisah satu sama lain , antara firmanNya dan Roh Nya ?  Dalam hal ini Servetus Michael tidak memahami kata persona yang dimaksud oleh Bapa Bapa Gereja yakni , persona metafisika ! Ia gagal dalam memahami bahwa Hakekat Nya, Firman Nya dan Roh Nya adalah satu substansi dam tiga persona matafisika ( bukan persona psikofisika) !

(2) Francis David ( pendiri Gereja Unitarian Transylvania )  mengatakan tidak dapat menerima konsep Trintas berdasarkan anggapannya bahwa Yesus tidak mungkin bagian dari Allah . Di sini dia salah dalam menilai konsep Trinitas . Sebab tidak ada satu konsili gereja pun yang mengajarkan bahwa sosok manusia Yesus adalah bagian dari Trinitas . Pribadi Yesus masuk dalam konsep Trintas adalah dalam kapasitasnya selaku Firman, bukan selaku manusia !

Semua orang yang pernah belajar teologi pasti tahu bahwa yang dimaksud dengan Trinitas adalah : UNA SUBTANSIA TRES PERSONAE "  ( satu subtansi dalam tiga persona ) dimana satu subtansi tersebut memungkinkan untuk memiliki persona-persona ( persona metafisika ) tanpa merusak keEsaanNya ! 

(3) Jhon Biddie :  Dalam menyerang Trintas melalui tulisannya " A confession of faith touching the Holy Trinity according to the Scriptures "  dia menggunakan  teori silogisme , yang menyatakan bahwa :  "

Premis 1 : Yang berbeda dengan Allah bukan Allah ( mayor )
Premis 2 : Roh Kudus bukan Allah ( minor )
Konklusi: Jadi Roh Kudus bukan Allah .

Di sini Jhon Biddie nampak sangat bodoh , karena membandingkan persona metafisika Allah dengan persona benda atau manusia yang berkarakter psikofisik ! Ia mulai dengan premis mayor yang salah , yang sudah langsung membuat perbedaan dengan asumsi bahwa Allah , firman Allah dan Roh Allah itu terpisah , seperti terpisahnya tiga buah benda !  .Trinitas bukan tritheis , yang berbicara mengenai persona metafisika yang memungkinkan satu subtansi sekaligus dapat memiliki persona-persona  ilahi  tanpa merusak KeEsaanNya ! Jadi kalau premis mayornya benar , bahwa hanya ada satu Allah , di mana Allah (Bapa)  , Firman Allah (Anak)  dan Roh Allah (Roh Kudus)  tidak terpisah , maka hasil konklusinya pasti benar ! 

Bukti dari Perjanjian Lama 


Ada banyak bukti dari Perjanjian Lama yang menunjukkan adanya Trinitas , Bapa , Anak dan Roh Kudus sebagai suatu kesatuan ( satu substansi ) dalam tiga pribadi (persona ) . Beberapa di antaranya adalah :

"Beresyit bara elohim et hasyamayim we et haarets ( Pada mulanya Allah menjadikan langit dan bumi ) Kejadian 1 : 1 .

Dalam teks di atas frasa kata "Allah" dalam bahasa asli (Ibrani) tertulis "elohim" , suatu kata plural (jamak) yang bersifat singular (tunggal) . Jadi teks awal dari Alkitab telah menunjukkan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah dalam Bapa , Anak dan Roh Kudus ( jamak / tiga persona metafisika ) yakni TUHAN yang Esa ( tunggal / satu substansi ) . . Bandingkan dengan Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 3 : 23 , pada frasa kata " Kita " . Bukankah kata " Kita" adalah kata ganti pertama jamak ?!

Bukti lain adalah ungkapan kata "Esa" dalam,  bahasa asli (Ibrani) adalah " Echad " , artinya bukan " satu mutlak" melainkan " satu kesatuan " ! Sementara untuk arti kata " satu yang benar-benar satu" , bahasa Ibraninya adalah " yachid" !
 ,
" Dengarlah hai orang Israel, TUHAN itu Allah kita , TUHAN itu Esa ." ( Ulangan 6 : 4 )

Perhatikan ! Frasa kata "Esa" dalam teks di atas , di dalam bahasa asli (Ibrani) tertulis " Echad " , artinya "satu kesatuan " , yaitu Bapa , Anak dan Roh Kudus !  Tidak digunakan kata Ibrani " Yachid" ,  sebab kata Ibrani "yachid " artinya adalah satu yang benar-benar satu , seperti satunya pohon atau satunya orang . Jadi Esa Nya Tuhan kita itu adalah Trinitas , Allah Bapa , Allah Anak dan Allah Roh Kudus , yang satu substansi dengan tiga persona.


Konklusi : 

Banyak teks di Alkitab yang mengisyaratkan tentang Trinitas atau Tritunggal , bahwa Bapa , Anak dan Roh Kudus adalah satu hakekat , yakni Allah itu sendiri ! Jadi kalau ada orang lain mengajarkan saudara tentang Trinitas yang berbeda dengan yang di dalam Alkitab , saudara harus menolaknya dengan berbekal sedikit pengetahuan tentang fakta bahwa : pertama , Trinitas atau Tritunggal tidak sama dengan tritheis, di mana Trinitas bicara kesatuan dengan tiga persona ,  sementara tritheis bicara ketigaan dengan tiga persona  ! Kedua , konsep Trinitas adalah una subtansia tres personae  artinya  satu subtansi dalam tiga persona , di mana persona yang dimaksud adalah persona metafisika , bukan persona secara manusia yang psikofisik ! Sementara konsep tritheis adalah tres subtansia tres personae artinya tiga subtansi dalam tiga persona ,  dimana persona yang dimaksud adalah persona psikofisika.


"Siapa saja yang  telah melihat Aku , ia telah melihat Bapa .." ( Yohanes 14 :9 )
"Aku dan Bapa adalah satu ." ( Yohanes 10 : 30 )

Teks di atas harus kita baca dan renungkan dengan sistem persona metafisika  yang una subtansia tres personae .  Jangan dilupakan bahwa dalam Trinitas , bukan sosok manusia Yesus , bukan tubuhNya , yang masuk kedalam kesatuan Trinitas , melainkan personanya selaku Firman Allah yang adalah Roh adaNya itu !  Sebab Dia adalah Firman Allah , berarti Dia selaku Firman adalah Allah itu sendiri , sebab Allah dan Firman Allah sama-sama berasal dari alam transendental .

".. namun bagi kita hanya ada satu Allah saja , yaitu Bapa ,  yang dari Dia berasal  segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup , dan satu Tuhan saja , yaitu Yesus Kristus , yang melalui Dia segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup ." ( 1 Korintus 8 : 6 )

Lihat secara persona metafisika ! Satu subtansi mempunyai persona-perosna  yang tidak terpisah ! Bapa adalah Allah , yang menciptakan segala sesuatu dan untuk Dia kita hidup ! Anak adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan untuk Dia kita hidup ! Bukankah Bapa dan Anak itu adalah satu , yakni Roh yang sama ? Yakni Roh Allah yang tidak nampak itu ?  Kalau kita pisahkan secara persona manusia , maka akan nampak janggal ! Bapa mencipta sendiri dan Anak mencipta sendiri; jadi ada dua pencipta dan dua ciptaan ! Apakah benar begitu ? Tidak !


"Sesudah dibaptis , Yesus keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya , lalu terdengar suara dari surga yang mengatakan :"Inilah Anakku yang terkasih, kepadaNyalah Aku berkenan ."( Matius 3 : 16 - 17 )

"Sebab ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam surga : Bapa , Firman dan Roh kudus  dan ketiganya adalah satu .' ( 1 Yohanes 5 : 7 )  

Teks di atas bacalah secara persona metafisika , maka saudara akan dapat mengerti bahwa satu subtansi mempunyai tiga persona yang berbeda tetapi tidak terpisah , yaitu Allah , sebagai Bapa , Firman Allah sebagai Anak dan Roh Allah yang keluar dari Bapa dan Anak sebagai Roh Kudus .  Tidak ada tiga Allah di sini ; yang adalah satu Allah dengan tiga persona , yaitu HakekatNya , FirmanNya dan RohNya !  

Kiranya Bapa , Anak dan Roh Kudus , yakni Tuhan Yesus Kristus memberikan hikmat kepada kita semua , agar mengerti akan keberadaanNya yang una subtansia tres personae . Salam dari laut ! ( Capt. Yordan EP Sihombing SH.M.Ap. M.Mar. )